Presiden Afrika Selatan Ramaphosa Bantah Pelanggaran, Tolak Seruan Pengunduran Diri pada 11 Mei

GateNews

Menurut Xinhua, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa membantah adanya pelanggaran terkait pencurian uang tunai senilai 580.000 dolar AS dari peternakan pribadinya pada 2020 dan menolak seruan untuk mengundurkan diri saat pidato nasional yang disiarkan televisi pada 11 Mei. Pada hari yang sama, Majelis Nasional memulai proses untuk membentuk komite impeachment guna meneliti kembali tuduhan terhadap Ramaphosa. Mahkamah Konstitusi memutuskan pada 8 Mei bahwa keputusan Majelis sebelumnya untuk memblokir penyelidikan lebih lanjut atas pencurian tersebut tidak konstitusional.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar