Menurut Financial News, indeks KOSPI Korea Selatan melonjak 143,5% dari 2.770,84 pada 4 Juni tahun lalu menjadi 6.747,95 pada 21 Juli, mencerminkan fokus kebijakan pemerintah dan antusiasme investor ritel. Indeks acuan sempat mencapai 9.385,59 secara intraday pada 19 Juni, yang menunjukkan kenaikan 3,4x dari titik terendah pascapemilu. Sejumlah tokoh politik secara terbuka mendukung target yang lebih tinggi, termasuk pejabat Partai Demokrat yang menyatakan harapan agar KOSPI mencapai 10.000.
Investor ritel mendorong aktivitas pasar dengan melakukan pembelian bersih sebesar 108,2 triliun won dari 2 Januari hingga 21 Juli, sementara investor asing justru membukukan penjualan bersih 160,4 triliun won selama periode yang sama. ETF berleverage berbasis satu saham untuk Samsung Electronics dan SK Hynix, yang diluncurkan pada 27 Mei, menarik perdagangan ritel yang signifikan di tengah volatilitas pasar.