Standard Chartered tetap mempertahankan target harga Ethereum (ETH) sebesar $40.000, bahkan setelah ETH turun 57% dari puncak Agustus 2025. Bank tersebut berpendapat bahwa pertumbuhan stablecoin dan aset tokenized suatu saat dapat membantu menutup kesenjangan antara fundamental Ethereum dan harga.
Key Takeaways:
-
- Standard Chartered mempertahankan target ETH $40.000 meski harga turun 57%.
-
- Metrik jaringan Ethereum masih berada di dekat level rekor, menurut bank.
-
- Stablecoin dan aset tokenized menjadi inti pandangan bullish.
Mengapa Standard Chartered Tetap Melihat Ethereum Mencapai $40.000
Indikator dasar jaringan yang mendasari Ethereum terus menguat meski ETH masih jauh di bawah level tertinggi terkini, menurut catatan riset 28 Mei dari tim Global Research Standard Chartered. Geoff Kendrick, Global Head of Digital Assets Research di Standard Chartered Bank, menulis bahwa jumlah transaksi dan total value locked, yang diukur dalam istilah ETH, masih berada di dekat level rekor. ETH masih turun sekitar 57% dari puncak Agustus 2025, sementara ETH- BTC turun 37%.
Standard Chartered berpendapat pasar terlalu fokus pada penurunan harga ETH sambil mengabaikan tren transaksi dan value-locking yang lebih kuat. Bank tersebut membandingkan posisi Ethereum saat ini dengan Amazon setelah crash dot-com, ketika saham perusahaan anjlok meski kemajuan operasional terus berlanjut. Analogi itu membingkai aksi jual ETH sebagai kemungkinan terputusnya pasar, bukan sebagai gangguan permintaan jaringan.
Kendrick menulis:
“Metrik internal untuk Ethereum ( ETH) terus membaik … Namun, harga ETH terus tertinggal dalam ukuran absolut maupun relatif – ETH-USD telah turun 57% dari puncak Agustus 2025.”
Target ETH $40.000 bank tersebut dikaitkan dengan ekspektasi ekspansi stablecoin dan aset dunia nyata yang dip tokenisasi. Standard Chartered memperkirakan pasar stablecoin akan tumbuh enam kali lipat pada akhir 2028, sementara aset dunia nyata yang dip tokenisasi di luar stablecoin dapat berkembang lima puluh kali lipat. Pertumbuhan yang diproyeksikan itu memberi bank jalur yang lebih jelas dari harga ETH yang saat ini lemah menuju proyeksi mereka untuk 2030.
Bagaimana Stablecoin dan Aset Tokenized Mendukung Prakiraan ETH
Catatan riset menyoroti posisi dominan Ethereum di pasar yang diperkirakan akan diuntungkan dari migrasi aset keuangan tradisional ke jaringan blockchain. Ethereum saat ini menyumbang sekitar 50%-65% dari pasar stablecoin dan aset dunia nyata yang dip tokenisasi. Sektor-sektor tersebut sudah merepresentasikan lebih dari setengah nilai value locked di Ethereum.
Jika Ethereum mempertahankan porsi itu saat keuangan tradisional bergerak ke on-chain, prakiraan Standard Chartered menunjukkan ETH bisa meraih manfaat dari basis aktivitas settlement yang jauh lebih besar. Standard Chartered juga melihat ETH- BTC kembali ke 0,08 pada 2030, menyamai level yang terakhir terlihat sekitar puncak pasar 2021.

Lintasan prakiraan bank menyerukan agar ETH mencapai $10.000 pada 2027, $18.000 pada 2028, dan $28.000 pada 2029 sebelum naik ke $40.000 pada 2030. Standard Chartered juga memproyeksikan bitcoin naik dari $100.000 pada 2026 menjadi $500.000 pada 2030. Dalam skenario proyeksi tersebut, rasio ETH- BTC akan meningkat dari 0,04 pada 2026 menjadi 0,08 pada 2030, yang mengimplikasikan Ethereum akan mengungguli bitcoin sepanjang periode tersebut.
Kendrick menulis:
“Kami menegaskan kembali prakiraan ETH kami sebesar USD 4.000 untuk akhir 2026 dan USD 40.000 untuk akhir 2030.”
Pada akhirnya, proyeksi tersebut bertumpu pada kesenjangan sederhana: harga ETH tertinggal, sementara metrik penggunaan jaringan tetap kuat. Standard Chartered mengharapkan kesenjangan itu menyempit jika pasar-pasar tersebut terus berkembang. Pandangan itu menjaga target jangka panjang bank sebesar $40.000 tetap utuh meski terjadi penurunan baru-baru ini.