Tencent dan produsen baterai CATL bergabung dengan Action for a Resilient Climate Coalition, sebuah nonprofit Singapura yang diluncurkan pada 19 Mei, untuk mendukung permintaan akan kredit karbon berkualitas lebih tinggi. Anggota lain termasuk Mitsubishi, Vale, dan Osaka Gas, dengan kelompok tersebut menargetkan pembelian bersama setidaknya 10 juta metrik ton kredit pada 2030. Koalisi ini didukung oleh Enterprise Singapore, lembaga pemerintah Singapura. Langkah ini hadir ketika pembeli korporat membeli 153,5 juta ton kredit setara karbon dioksida pada 2025, volume terendah sejak 2020, menurut BloombergNEF, karena kekhawatiran terkait greenwashing dan keraguan atas kualitas proyek membebani permintaan.
## Komitmen kredit karbon Tencent
Tencent bergabung dengan target untuk pensiun kira-kira 1 juta metrik ton kredit karbon setiap tahun hingga 2030 untuk mengimbangi emisi yang sulit dihilangkan. Perusahaan tersebut telah mengamankan rencana pembelian yang mencakup opsi untuk 1 juta kredit dari investor iklim GenZero yang didukung Temasek, yang menjadi tuan rumah acara peluncuran, serta perjanjian jangka panjang untuk 3 juta ton penghapusan karbon berbasis alam dari Catona Climate, sebuah pengembang proyek karbon.
## Kolaborasi koalisi dengan kelompok pembelian lain
Koalisi ini akan bekerja dengan Symbiosis Coalition, yang didukung oleh Google, Meta, dan Microsoft serta menargetkan pembelian 20 juta ton kredit karbon pemulihan alam pada 2030.
Koalisi ini selaras dengan pergeseran yang lebih luas karena perusahaan beralih dari pembelian individual ke kelompok pembelian bersama. Frontier, sebuah kelompok pembelian penghapusan karbon yang didirikan oleh Stripe, Alphabet, Shopify, Meta, dan McKinsey, telah berjanji lebih dari US$1 miliar untuk penghapusan karbon permanen dari 2022 hingga 2030. Aliansi-alinsi ini berfokus pada kredit “high-integrity” yang terkait standar dari kelompok seperti Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM), yang menetapkan tolok ukur kualitas untuk kredit karbon.