Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan GELT, sebuah stablecoin yang mewakili lari Georgia dengan dukungan pemerintah. Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, Tether mengatakan GELT dirancang untuk menjadi “representasi digital” dari lari Georgia, sehingga memungkinkan biaya transaksi yang lebih rendah, penyelesaian yang lebih cepat, dan pembayaran yang dapat diprogram. Kerangka aset digital Georgia disusun untuk mencapai “kompatibilitas substantif” dengan regulasi stablecoin AS yang baru muncul, termasuk GENIUS Act.
Perdana Menteri Georgia Irakli Kobakhidze mengatakan dalam pernyataan tersebut: “Bersama mitra-mitra visioner seperti Tether, Georgia sedang meletakkan fondasi bagi dunia finansial yang lebih terhubung, transparan, dan diberdayakan secara digital.”
Tujuan dan Desain GELT
Tether mengatakan stablecoin tersebut akan mendukung perdagangan lintas batas, pembayaran, serta akses yang lebih luas terhadap infrastruktur keuangan terprogram di seluruh Georgia dan wilayah yang lebih luas.
CEO Tether Paolo Ardoino menyoroti bahwa stablecoin tidak lagi menjadi instrumen keuangan “ceruk” dan kini menjadi bagian dari lapisan infrastruktur untuk keuangan global. “Georgia bergerak lebih awal untuk membangun arsitektur regulasi yang serius bagi aset digital dan stablecoin, dan kejernihan itu menciptakan fondasi untuk inovasi serta adopsi nyata,” tambah Ardoino.
Pengungkapan Lanjutan yang Direncanakan
Tether mengatakan pihaknya akan mengungkap rincian lebih lanjut tentang struktur GELT, peluncuran bertahap, dan implementasi regulasinya pada tahap berikutnya.
Strategi Stablecoin Spesifik Yurisdiksi Tether
Langkah Tether di Georgia selaras dengan dorongan besarnya untuk meluncurkan fiat stablecoin yang spesifik yurisdiksi. Pada Mei 2022, Tether memperkenalkan MXNT, yang dipatok ke peso Meksiko, dan hingga kini masih aktif. Tether juga meluncurkan EURT sebagai stablecoin yang dipatok ke euro beberapa tahun lalu, tetapi kemudian menghentikannya, dengan penebusan berhenti pada November 2025 karena pergeseran regulasi di Eropa.
Awal tahun ini, Tether secara resmi meluncurkan USAT untuk menyasar pasar AS yang menguntungkan setelah Kongres meloloskan legislasi stablecoin dalam bentuk GENIUS Act pada musim panas lalu. Sementara USDT terutama didukung oleh cadangan yang didenominasikan dalam USD dengan kapitalisasi pasar $189 miliar, stablecoin ini tidak tersedia untuk klien AS.