Pejabat kementerian keuangan sedang menimbang usulan uang kertas bernilai $250 peringatan yang menampilkan potret Presiden Donald Trump, menurut The Washington Post pada 28 Mei. Usulan tersebut terkait dengan kampanye America250 yang menandai ulang tahun ke-250 negara. Langkah ini merupakan perluasan branding federal yang terhubung dengan Trump di proyek-proyek pemerintah, termasuk paspor AS yang didesain ulang, koin emas peringatan, dan tiket masuk taman nasional. Pejabat pemerintahan membingkai langkah ini sebagai bagian dari perayaan America250, sementara pihak penentang berpendapat hal itu melanggar norma yang sudah lama terkait penempatan presiden yang masih hidup pada simbol yang diterbitkan negara serta mata uang.
Citra Trump Meluas ke Paspor, Koin, dan Dorongan Branding Federal
Administrasi Trump mengaitkan beberapa proyek America250 dengan citra dan branding presiden. Rencana yang diumumkan atau dibahas mencakup paspor AS yang didesain ulang, mata uang dolar di masa depan yang memuat tanda tangan Trump, koin emas peringatan, tiket masuk taman nasional yang menampilkan Trump bersama George Washington, serta usulan untuk patung bertema Trump dan koin $1.
Pada 7 Okt. 2025, Kementerian Keuangan mengatakan Menteri Keuangan Scott Bessent akan menerbitkan pencetakan koin peringatan “yang mencerminkan @POTUS dan visinya untuk Amerika” berdasarkan kewenangan yang diberikan melalui Circulating Collectible Coin Redesign Act of 2020. “Tidak ada profil yang lebih menjadi lambang untuk bagian depan koin ini selain profil Presiden kami yang sedang menjabat, Donald J. Trump,” tulis Treasury dalam sebuah unggahan.
Pejabat administrasi membingkai upaya tersebut sebagai bagian dari perayaan America250 yang lebih luas, sementara pihak penentang mengatakan hal itu mengaburkan batas antara peringatan patriotik dan branding politik.
Pejabat Treasury Dilaporkan Mendorong Usulan Bill Trump Baru $250
The Washington Post melaporkan pada 28 Mei bahwa pejabat Treasury telah membahas rencana untuk memperkenalkan uang kertas banknote peringatan $250 yang menampilkan potret Trump. Menurut laporan tersebut, pejabat administrasi memberikan staf Biro Ukiran dan Percetakan (Bureau of Engraving and Printing) contoh rancangan yang menampilkan potret Trump, tanda tangannya, dan frasa “250 AMERICA.”
Laporan tersebut juga mengidentifikasi Bendahara AS Brandon Beach sebagai pihak yang terlibat dalam pembahasan terkait usulan itu. Pegawai saat ini dan mantan pegawai mengatakan kepada Post bahwa pejabat Treasury telah mendorong Biro Ukiran dan Percetakan untuk melanjutkan rencana tersebut meski ada hambatan hukum dan historis yang sudah lama.
Hukum federal secara tradisional melarang orang yang masih hidup muncul di mata uang AS, pembatasan yang bermula sejak 1866. Mantan pejabat juga dilaporkan memperingatkan bahwa mendesain dan mengedarkan banknote baru biasanya memerlukan waktu antara enam hingga delapan tahun.
Post mengatakan perbedaan pendapat internal terkait usulan tersebut turut berkontribusi pada penugasan ulang direktur Biro Ukiran dan Percetakan Patty Solimene bulan lalu. Dalam pesan perpisahan yang ditinjau oleh surat kabar itu, Solimene dilaporkan menulis: “The buck stopped here.”
Treasury telah mengatakan secara terbuka bahwa pihaknya hanya melakukan “perencanaan dan uji kelayakan,” sementara Kongres kemungkinan perlu mengotorisasi denominasi baru apa pun.
Demokrat Bergerak untuk Menghalangi Rencana Paspor dan Mata Uang Trump
Anggota parlemen dari Partai Demokrat mulai menolak upaya branding America250 yang lebih luas dari administrasi tersebut. Senator Jeff Merkley memimpin sekelompok Demokrat yang mendesak Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk menghentikan rencana paspor yang didesain ulang terkait Trump, dengan alasan perubahan tersebut membawa simbol “anti-demokrasi” dan menimbulkan kekhawatiran soal biaya bagi pembayar pajak serta hak untuk memilih keluar (opt-out rights).
Anggota legislatif Demokrat lainnya telah mengajukan rancangan undang-undang yang bertujuan untuk mencegah Trump muncul pada koin AS, tiket taman, dan mata uang di masa depan. Para kritikus berargumen bahwa Amerika Serikat secara historis menghindari penempatan presiden yang sedang menjabat pada dokumen identitas resmi atau uang untuk mencegah kesan politik kultus kepribadian.
Administrasi membalas bahwa usulan tersebut merupakan peringatan sementara America250, bukan perancangan ulang permanen simbol federal.