Menurut analis MUFG Lee Hardman, Partai Buruh Inggris mengalami kerugian besar dalam pemilihan lokal pekan lalu (11 Mei), dan nilai tukar poundsterling bisa melemah jika ketidakpastian politik meningkat lagi. Hardman menyatakan bahwa posisi Perdana Menteri Keir Starmer tampak makin sulit dipertahankan, dengan pertanyaan kini berpusat pada berapa lama ia bisa tetap menjabat. Analis itu menambahkan bahwa jika pemimpin baru Buruh mengusung arah kebijakan yang lebih condong ke kiri, hal itu dapat semakin memberi tekanan pada sterling dalam waktu dekat, karena pasar akan khawatir tentang peningkatan belanja fiskal dan memburuknya kondisi keuangan publik Inggris.
Related News
Mantan analis strategi FX Goldman Sachs: Real Brasil dinilai terlalu rendah secara signifikan, diperkirakan menembus batas nilai wajar 4,5
Gubernur Bank Sentral Inggris Peringatkan: Standar Global untuk Stablecoin Perlu Berhadapan dengan Kebijakan AS
Bailey memperingatkan adanya “pertarungan” regulasi dengan AS terkait standar stablecoin