AS menghadapi kekurangan listrik sebesar 100GW pada tahun 2030 karena pusat data membebani jaringan

Amerika Serikat diperkirakan akan menghadapi kekurangan produksi listrik sebesar 100 gigawatt antara tahun 2026 dan 2030, menurut Bank of America (BofA). Celah ini muncul dari lonjakan produksi dan permintaan semikonduktor yang melebihi kapasitas pembangkit listrik AS, dengan permintaan listrik mencapai 230 gigawatt sementara perusahaan listrik hanya mampu memasok 93 gigawatt, kata BofA. Pembangunan pusat data telah memicu revolusi listrik, dengan permintaan listrik AS diperkirakan akan tumbuh lima kali lebih cepat selama dekade mendatang dibandingkan 10 tahun sebelumnya, saat tingkat pertumbuhan tahunan tetap di bawah 1 persen.

BofA Perkirakan Celah Pasokan-Permintaan 137-Gigawatt

BofA mengidentifikasi bahwa permintaan produksi listrik akan mencapai 230 gigawatt sementara perusahaan pembangkit hanya mampu memasok 93 gigawatt, menurut Yahoo Finance. Analisis ini menyebutkan kekurangan tersebut disebabkan oleh kombinasi lonjakan produksi dan permintaan semikonduktor serta ketidakmampuan pembangkit listrik AS untuk menyesuaikan kapasitas produksi.

Kendala Infrastruktur Jaringan Batasi Pengiriman Listrik

BofA menegaskan bahwa meskipun permintaan meningkat, kapasitas distribusi menjadi faktor pembatas, dengan pasar kini dibatasi oleh apakah listrik benar-benar dapat ditransmisikan atau didistribusikan, bukan oleh permintaan itu sendiri. Proses mengubah permintaan listrik menjadi pasokan di jaringan saat ini memakan waktu beberapa tahun, karena pembangkit membutuhkan waktu untuk membeli peralatan dan bahan serta merekrut tenaga kerja saat menerima permintaan dari pusat data baru yang membutuhkan 2 gigawatt.

Produsen Turbin Gas Alam Hadapi Inventaris Habis Hingga 2030

BofA merekomendasikan produsen turbin gas alam seperti GE Vernova (GEV), Eaton (ETN), dan Emerson (EMR) sebagai investasi menjanjikan, mencatat bahwa celah antara permintaan dan produksi dapat diselesaikan melalui pembangkitan di lokasi seperti memasang turbin gas alam di dekat pusat data dan perangkat penyimpanan baterai. Turbin gas alam habis terjual hingga 2030, dan waktu dari penerimaan turbin hingga produksi listrik aktual memakan waktu 2 tahun.

Pengembang Pusat Data Beralih ke Mesin Gas Reciprocating

Beberapa pengembang pusat data beralih ke mesin gas reciprocating sebagai sumber pembangkitan alternatif, dengan perusahaan terkait termasuk Rolls-Royce (RYCEY), Innio Group (INNA.PVT), dan Caterpillar (CAT), tambah BofA. Mesin gas reciprocating beroperasi berdasarkan prinsip yang sama dengan mesin pembakaran dalam mobil, sementara turbin gas alam bekerja berdasarkan prinsip yang sama dengan mesin jet pesawat.

Rob Gramlich, CEO perusahaan konsultasi infrastruktur listrik Grid Strategies, menyoroti bahwa "masalahnya adalah pusat data membutuhkan listrik segera, bukan dalam 5 atau 10 tahun."

FAQ

Berapa perkiraan kekurangan listrik di AS antara 2026 dan 2030?
Amerika Serikat diperkirakan akan menghadapi kekurangan produksi listrik sebesar 100 gigawatt antara tahun 2026 dan 2030, dengan permintaan mencapai 230 gigawatt sementara kapasitas pasokan hanya 93 gigawatt, menurut Bank of America.

Mengapa turbin gas alam tidak tersedia untuk kebutuhan listrik pusat data secara langsung?
Turbin gas alam habis terjual hingga 2030, dan waktu dari penerimaan turbin hingga produksi listrik aktual memakan waktu 2 tahun, sehingga tidak tersedia untuk pusat data yang membutuhkan pasokan listrik segera.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar