Harga Rumah AS Naik 1,1% pada Mei karena Inflasi Melampaui Kenaikan

SPX-1,01%
Key Takeaways
  • Indeks Harga Rumah Nasional S&P CoreLogic Case-Shiller naik 1,1% year-over-year pada Mei, meningkat lebih cepat dibandingkan kenaikan 0,9% pada April.
  • Harga rumah di AS naik 1,1% secara nominal pada Mei, sementara inflasi mencapai 4,2%, sehingga harga rumah riil turun.
  • Chicago mencatat kenaikan harga rumah tahunan tertinggi sebesar 6,9%, sedangkan Las Vegas mengalami penurunan 1,9% tahunan saja.

S&P Dow Jones Indices melaporkan pada 28 Juli waktu setempat bahwa harga rumah AS pada Mei naik 1,1% secara year-over-year, menurut S&P CoreLogic Case-Shiller National Home Price Index, dengan percepatan dari kenaikan 0,9% pada April. Indeks komposit 10 kota dan 20 kota mencatat kenaikan tahunan masing-masing sebesar 2,4% dan 1,6%, naik dari 1,8% dan 1,2% pada April. Rebecca Kaufman, Kepala Produk di S&P, mengatakan bahwa meski harga rumah nominal naik 1,1% pada Mei, inflasi mencapai 4,2% pada bulan yang sama—tertinggi dalam tiga tahun—menunjukkan harga rumah riil terus menurun. Kenaikan harga bulanan mencerminkan kekuatan musiman yang biasanya terkait dengan musim pembelian rumah musim semi, namun permintaan tetap terkendala oleh biaya peminjaman yang tinggi karena suku bunga KPR 30 tahun naik menjadi 6,5% pada Mei.

Hasil Indeks Mei Menunjukkan Perbedaan di Level Kota

Berdasarkan data tanpa penyesuaian musiman, indeks nasional naik 0,6% month-over-month pada Mei, sementara indeks 10 kota dan 20 kota sama-sama naik 0,9% dari April. Chicago mencatat kenaikan tahunan tertinggi sebesar 6,9%, disusul New York sebesar 4,2% dan Cleveland sebesar 3,1%. Las Vegas menjadi satu-satunya kota yang mengalami penurunan, turun 1,9% secara year-over-year.

S&P CoreLogic Case-Shiller Index Trend Tren Indeks S&P CoreLogic Case-Shiller. Sumber: S&P Dow Jones Indices

Sorotan Analis S&P: Penurunan Harga Riil di Tengah Inflasi

Rebecca Kaufman menyatakan bahwa kenaikan harga nominal 1,1% pada Mei kontras tajam dengan tingkat inflasi 4,2% yang tercatat pada bulan yang sama, yang menunjukkan erosi harga riil berlanjut. Ia menjelaskan bahwa suku bunga KPR 30 tahun yang mencapai 6,5% pada Mei—jauh di atas suku bunga sangat rendah 3% pada masa lalu—ditambah inflasi yang tetap tinggi membuat biaya pembiayaan perumahan dan biaya hidup tetap tinggi bagi calon pembeli. Kaufman menambahkan bahwa kondisi ini terus membatasi permintaan perumahan, dengan biaya peminjaman yang tinggi menghalangi calon pembeli untuk masuk pasar. Ia mencatat bahwa kenaikan harga bulanan selaras dengan pola musiman yang biasanya terlihat selama musim pembelian rumah musim semi.

FAQ

Apa yang diukur oleh S&P CoreLogic Case-Shiller Home Price Index?
S&P CoreLogic Case-Shiller Home Price Index melacak perubahan nilai properti real estat perumahan AS. Indeks nasional pada Mei naik 1,1% secara year-over-year, sementara indeks komposit 10 kota dan 20 kota meningkat masing-masing sebesar 2,4% dan 1,6%.

Mengapa S&P mengatakan harga rumah riil menurun meski ada kenaikan nominal?
Rebecca Kaufman dari S&P menuturkan bahwa meski harga rumah nominal naik 1,1% pada Mei, inflasi mencapai 4,2% pada bulan yang sama—tertinggi dalam tiga tahun—yang berarti harga rumah turun dalam nilai riil setelah disesuaikan dengan inflasi. Ia menyebut suku bunga hipotek yang tinggi sebesar 6,5% dan tingginya biaya hidup sebagai faktor yang membatasi permintaan pembeli.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar