
Ketua Komite Perbankan Senat AS, Tim Scott, pada 8 Mei mengonfirmasi bahwa RUU “CLARITY” yang bertujuan memberikan transparansi regulasi bagi industri kripto AS akan menjalani pemungutan suara di Komite Perbankan Senat pada 14 Mei. Chief Policy Officer Coinbase, Faryar Shirzad, di X mengatakan bahwa kepastian jadwal sidang ini adalah langkah besar ke depan, yang penting untuk mendukung inovasi di AS.
Berdasarkan konfirmasi Tim Scott selaku ketua Komite Perbankan Senat AS pada 8 Mei 2026, RUU “CLARITY” akan dimasukkan ke agenda pemungutan suara tingkat komite pada 14 Mei 2026, setelah sebelumnya RUU itu menunggu berbulan-bulan tanpa jadwal sidang baru yang ditetapkan.
Berdasarkan laporan sebelumnya, RUU “CLARITY” diajukan pada Juli 2025, dengan perkiraan akan memperoleh kemajuan legislasi pada awal 2026. Namun, pada Januari 2026 RUU tersebut sempat mandek karena Coinbase menarik dukungan. Keberatan yang diajukan Coinbase saat itu meliputi: tidak adanya perlindungan hukum bagi pengembang perangkat lunak sumber terbuka, larangan ketentuan pendapatan (yield) stablecoin, serta masalah regulasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Chief Legal Officer Coinbase, Paul Grewal, pada 8 Mei 2026 di platform X mengatakan: “Hal ini seperti ‘Kong yang besar’—mesinnya dibuka habis-habisan.” Chief Policy Officer Coinbase, Faryar Shirzad, pada hari yang sama di X mengatakan bahwa kepastian jadwal sidang adalah “langkah besar ke depan”, dan legislasi ini sangat penting untuk mendukung inovasi di AS.
Anggota Senat AS Cynthia Lummis di X menulis: “Ayo kita pastikan RUU ‘Kejelasan’ lolos di Komite Perbankan pada hari Kamis!”
Wakil Presiden Kebijakan AS Coinbase, Kara Calvert, pada acara Consensus 2026 mengatakan bahwa upaya untuk mendorong RUU tersebut diperkirakan akan meningkat pada minggu depan.
Berdasarkan pernyataan Wakil Presiden Kebijakan AS Coinbase, Kara Calvert, dalam acara Consensus 2026, RUU “CLARITY” di Senat perlu meraih minimal 60 suara agar lolos, dan perlu dukungan dua partai agar secara resmi menjadi undang-undang.
Berdasarkan konfirmasi Tim Scott pada 8 Mei 2026, 14 Mei adalah pemungutan suara di tingkat Komite Perbankan Senat, bukan pemungutan suara final seluruh Senat. Setelah RUU lolos pembahasan di komite, masih perlu menjalani proses pemungutan suara di seluruh Senat.
Berdasarkan laporan sebelumnya, RUU “CLARITY” sempat mandek pada Januari 2026 karena Coinbase menarik dukungan. Keberatan yang diajukan Coinbase meliputi tidak adanya perlindungan hukum bagi pengembang perangkat lunak sumber terbuka, larangan ketentuan pendapatan stablecoin, serta masalah regulasi DeFi.
Berdasarkan pernyataan Wakil Presiden Kebijakan AS Coinbase, Kara Calvert, dalam acara Consensus 2026, RUU tersebut di Senat perlu meraih minimal 60 suara agar lolos, dan perlu dukungan dua partai agar secara resmi menjadi undang-undang.
Related News
Rancangan Undang-Undang CLARITY 5/14: Sidang Markup Komite Perbankan Senat (銀委會) telah dikonfirmasi akan berlanjut—Tim Scott menargetkan penyelesaian sebelum 5/21
Target Gedung Putih untuk lolos CLARITY Act pada 7/4: Komite Perbankan Senat melakukan pembacaan per pasal pada bulan Mei, lalu mengajukannya ke sidang pleno pada bulan Juni
Gedung Putih Menetapkan Batas Waktu 4 Juli untuk RUU Kripto Bersejarah
Gedung Putih berupaya keras pada 7/4 agar meloloskan《Clarity Act》, menolak menambahkan klausul konflik kepentingan untuk Trump
Anggota Senat AS: RUU CLARITY akan segera diputuskan paling cepat sebelum Agustus, dengan ketentuan moral sebagai prasyarat utama