Menurut FinanceFeeds, pada 1 Juni, Kementerian Keuangan Vietnam mengusulkan amandemen terhadap Undang-Undang tentang Dukungan bagi Usaha Kecil dan Menengah, yang memungkinkan bank komersial menerima aset digital dan aset virtual sebagai agunan yang sah untuk pinjaman usaha. Usulan tersebut bertujuan untuk mendiversifikasi saluran pembiayaan bagi UMKM, yang mewakili 98% dari seluruh perusahaan terdaftar di Vietnam, tetapi saat ini hanya menerima 19-20% dari sumber daya kredit sistem perbankan.
Dalam amandemen tersebut, bank juga dapat menerima kekayaan intelektual, aset bergerak, dan aset yang terbentuk di masa depan sebagai agunan, dengan keputusan pemberian pinjaman yang semakin didasarkan pada arus kas, peringkat kredit, dan kepemilikan aset digital. Undang-undang ini diperkirakan memperoleh persetujuan parlemen pada Oktober 2026 dan mulai berlaku pada 1 Juli 2027.