Gedung Putih Bidik Pengesahan RUU CLARITY di Senat pada 4 Juli

TOKEN-0,23%

Gedung Putih menargetkan agar RUU CLARITY Act lolos di Senat pada 4 Juli, menurut seorang pejabat senior pemerintahan. Patrick Witt, anggota Dewan Penasihat Presiden untuk Aset Digital, menegaskan kembali tujuan tersebut dalam wawancara langsung dengan jurnalis Eleanor Terrett, dengan mengatakan bahwa kemajuan dibuat setiap hari menuju sasaran itu. RUU ini dipandang di seluruh industri kripto sebagai salah satu paket regulasi kripto paling penting dalam beberapa tahun terakhir, dengan potensi mengubah cara aset digital diatur, diperdagangkan, dan dikembangkan di Amerika Serikat.

Gedung Putih Konfirmasi Target 4 Juli untuk CLARITY Act

Patrick Witt menegaskan kembali target pemerintahan itu selama wawancara langsung. Ketika ditanya jurnalis Eleanor Terrett apakah 4 Juli masih menjadi tanggal target untuk mengesahkan RUU tersebut, Witt menjawab bahwa kemajuan dibuat setiap hari dan bahwa Gedung Putih masih bekerja untuk mencapai tujuan itu.

Waktunya membawa nilai simbolis. Pemerintahan sebelumnya mengindikasikan bahwa mereka ingin legislasi struktur pasar kripto ditandatangani menjadi undang-undang bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Namun, masih ada beberapa kendala sebelum pemungutan suara final di Senat dapat dilakukan.

CLARITY Act Menetapkan Yurisdiksi CFTC dan SEC

CLARITY Act bertujuan menciptakan kerangka kerja regulasi yang jelas untuk aset digital. Dalam proposal tersebut, banyak kripto akan diklasifikasikan sebagai komoditas digital dan berada di bawah pengawasan CFTC. Sementara itu, kontrak investasi yang terkait dengan aset digital akan tetap diatur oleh SEC.

RUU ini juga membahas stablecoin, aplikasi keuangan terdesentralisasi, serta isu struktur pasar yang lebih luas. Para pendukung berpendapat bahwa RUU ini akan mengurangi ketidakpastian regulasi yang memperlambat inovasi dan mendorong sebagian bisnis kripto beroperasi di luar negeri.

Senator Lummis Mendorong Percepatan Pengesahan

Senator Lummis berulang kali menyerukan tindakan cepat. "Aturan untuk aset digital sudah ada. Kita hanya perlu menjadikannya undang-undang. Itulah yang dilakukan Clarity Act," tulisnya dalam pernyataan baru-baru ini.

Dalam unggahan lain, Senator Lummis menggambarkan legislasi tersebut sebagai solusi tiga bagian bagi industri. "Clarity Act memberi kepastian kepada pengembang. Ini memberi perlindungan kepada investor. Ini menjaga integritas pasar. Ketiganya penting." Komentarnya mencerminkan keyakinan yang berkembang di kalangan legislator bahwa kepastian regulasi diperlukan agar Amerika Serikat tetap kompetitif di pasar aset digital global.

RUU Butuh 60 Suara Senat untuk Mengatasi Filibuster

Legislasi ini sudah lolos di Dewan Perwakilan Rakyat dengan dukungan bipartisan dan maju melalui Komite Perbankan Senat pada awal tahun ini. Namun, RUU ini tetap membutuhkan 60 suara di Senat untuk mengatasi filibuster.

Para legislator juga terus bernegosiasi terkait ketentuan etika dan isu-isu lain yang belum selesai, yang dapat memengaruhi suara final. Dengan kalender legislatif yang padat di depan, para pendukung mengakui bahwa ketepatan waktu tetap menjadi salah satu tantangan terbesar.

Legislasi Memberi Kepastian Hukum bagi Pengembang dan Investor

Bagi pengembang, CLARITY Act dapat memberikan kepastian hukum yang lama dinantikan mengenai lembaga mana yang mengawasi berbagai aktivitas aset digital. Aturan yurisdiksi yang jelas dapat mendorong lebih banyak proyek blockchain untuk membangun dan beroperasi di Amerika Serikat.

Bagi investor, legislasi ini dapat meningkatkan perlindungan pasar sekaligus mengurangi kebingungan terkait klasifikasi token. Aturan yang lebih jelas juga dapat mendorong partisipasi institusional yang lebih besar di sektor kripto.

FAQ

Apa tanggal target Gedung Putih untuk mengesahkan CLARITY Act?

Gedung Putih menargetkan agar CLARITY Act lolos di Senat pada 4 Juli, menurut Patrick Witt, anggota Dewan Penasihat Presiden untuk Aset Digital.

Berapa jumlah suara Senat yang dibutuhkan agar CLARITY Act lolos?

RUU ini membutuhkan 60 suara di Senat untuk mengatasi filibuster. RUU ini sudah lolos di Dewan Perwakilan Rakyat dengan dukungan bipartisan dan maju melalui Komite Perbankan Senat pada awal tahun ini.

Lembaga regulasi mana yang akan mengawasi aset digital di bawah CLARITY Act?

Di bawah CLARITY Act, banyak kripto akan diklasifikasikan sebagai komoditas digital dan berada di bawah pengawasan CFTC, sementara kontrak investasi yang terkait dengan aset digital akan tetap diatur oleh SEC.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar