Charles Hoskinson, pendiri Cardano, memperingatkan bahwa jaringan blockchain berisiko kehilangan talenta sains inti setelah perwakilan yang didelegasikan memilih menentang proposal pendanaan riset besar. Dalam unggahan 20 Mei di X, Hoskinson menyatakan kesedihan mendalam atas hasil tersebut, dengan mengatakan: "Cardano akan kehilangan para ilmuwannya, dan lab kami terpaksa ditutup." Ia menekankan bahwa kelompok riset itu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibangun dan bisa sulit digantikan jika kepastian pendanaan lenyap. Pemungutan suara itu berdampak langsung pada riset akademik Cardano dan aktivitas pengembangan yang sedang berlangsung, sehingga memunculkan kekhawatiran serius tentang keberlanjutan jangka panjang model riset berindeks tinjauan sejawat (peer-reviewed) jaringan tersebut. Cardano menjalankan sistem tata kelola terdesentralisasi di mana Delegate Representatives, atau dReps, memilih proposal yang membentuk pengeluaran jaringan dan arah strategisnya.
Pemungutan Suara Tata Kelola Memicu Krisis Pendanaan
Perselisihan ini berpusat pada kerangka tata kelola terdesentralisasi Cardano. Proposal yang ditolak tersebut akan memastikan pendanaan berkelanjutan untuk infrastruktur riset yang telah menjadi ciri filosofi pengembangan Cardano sejak proyek ini didirikan. Dalam perannya sebagai CEO Input Output, Hoskinson menyerukan kepada komunitas Cardano yang lebih luas untuk mendukung dReps yang mendukung investasi riset lanjutan. Ia menegaskan bahwa pendanaan jangka pendek atau terpecah tidak akan cukup untuk mengamankan ambisi sains jaringan, dengan alasan bahwa hanya komitmen yang terus-menerus dalam jangka panjang yang dapat menjaga keunggulan akademik ekosistem.
Krisis Identitas untuk "Science Coin"
Hoskinson menolak narasi dari anggota komunitas yang menganggap hasil tersebut sebagai konsekuensi yang tak terhindarkan dari tata kelola terdesentralisasi. Ia menulis bahwa masalah ini "tidak ada hubungannya dengan saya" dan justru berkaitan dengan "menghancurkan seluruh inti ekosistem kita." Ia menekankan bahwa "Cardano adalah science coin," merujuk pada identitas jaringan yang sudah lama dikenal sebagai platform blockchain pertama yang dibangun di atas riset berindeks tinjauan sejawat.
Dokumentasi resmi Cardano mendeskripsikan proyek ini sebagai blockchain proof-of-stake yang didirikan berdasarkan pengembangan berbasis bukti. Fondasi akademik itu secara historis membuat Cardano berbeda dari para pesaing yang bergerak lebih cepat, sehingga pertanyaan pendanaan riset menjadi sentral dalam posisi kompetitif jaringan tersebut.
Penolakan tersebut menjadi sinyal adanya titik balik potensial bagi model tata kelola Cardano. Meski pengambilan keputusan terdesentralisasi dirancang untuk mendistribusikan kekuasaan di antara para pemangku kepentingan, hasil ini justru memperlihatkan ketegangan antara penganggaran berbasis komunitas dan kebutuhan sumber daya untuk riset ilmiah yang berkelanjutan.