Menurut Financial Supervisory Service (FSS) Korea Selatan, tingkat tunggakan pinjaman korporasi melonjak menjadi 0,84% per Mei 2026, level tertinggi dalam hampir satu dekade, meskipun bank-bank besar mengalihkan fokus pinjaman mereka ke nasabah korporasi karena ketatnya regulasi kredit rumah tangga.
Tingkat tunggakan di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai 1,00%, menandai rekor tertinggi dalam 11 tahun sejak Mei 2015. Bank of Korea memperingatkan bahwa risiko kredit bagi perusahaan maupun rumah tangga akan meningkat lagi pada Q3 2026, dengan mengutip lemahnya ekonomi yang berkepanjangan dan biaya pinjaman yang tetap tinggi. Sementara itu, total pinjaman bermasalah (NPL) dari empat konglomerat keuangan utama mencapai 14,2 triliun won Korea per akhir Q2, naik 19,3% dari akhir tahun 2025.