CEO Forward Industries Menyatakan Web3 Sudah Mati, Hanya DeFi dan DePIN yang Tersisa

BTC-4,32%
  • Ketua Forward Industries Kyle Samani mengatakan Web3 sudah mati, memicu kritik dari beberapa anggota komunitas kripto.
  • Baginya, hanya DeFi dan DePIN yang benar-benar menonjol sebagai aplikasi blockchain.

Web3 sudah mati. Ini adalah FUD (Fear, Uncertainty, Doubt) yang terus digaungkan oleh para komentator saat Bitcoin (BTC) dan sebagian besar kripto lain berjuang menghadapi pasar yang tetap bearish.

Kyle Samani, Ketua Forward Industries, baru-baru ini menambah bahan bakar api. Ia menyatakan masa depan sejati industri blockchain kini tidak lagi ada di Web3. Sebaliknya, masa depan itu akan digerakkan oleh decentralized finance (DeFi) dan decentralized physical infrastructure networks (DePIN).

Mengalahkan Kuda Mati yang Ada di Web3

“Web3 sudah mati,” kata Samani. “Yang kita miliki hanyalah DeFi dan DePIN.”

ADVERTISEMENTBagi Samani, komunitas kripto saat ini hanya sedang memukuli kuda mati di Web3. Salah satu penyebab utama kemundurannya adalah fokus besar industri pada adopsi institusional, alih-alih memberdayakan pengguna.

Seorang venture capitalist tersebut menyuarakan pandangan beberapa kritikus yang berpendapat bahwa tren ini telah menguatkan pengaruh entitas sentralisasi di sektor tersebut. Ini mencakup pemerintah dan korporasi yang memiliki mandat yang bertolak belakang dengan visi Web3 yang terdesentralisasi dan terdemosratisasi.

Pernyataan Samani muncul sebagai respons terhadap unggahan media sosial Eli-Ben Sasson, CEO StarkWare. Sasson menyebut lanskap baru itu menimbulkan krisis identitas bagi kripto. Selain itu, institusionalisasi besar-besaran banyak aset digital mendorong pengguna OG keluar dalam jumlah besar sebagai bentuk protes terhadap terkikisnya sistem desentralisasi mereka secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT## Blockchain, Web3, DeFi, DePIN, dan Kripto

Komentar Samani mendapat kritik dari pihak yang menyoroti bahwa itu terlalu menyederhanakan perbedaan antara blockchain, kripto, dan Web3. Mereka menjelaskan bahwa DeFi dan DePIN hanyalah bagian dari Web3 yang benar-benar telah mencapai skala produksi.

Sebagian orang sering keliru memakai Web3 dan blockchain secara bergantian. Namun, dalam konteks diskusi ini, penting untuk menetapkan batas yang jelas agar tidak terjadi kebingungan.

Blockchain adalah fondasi teknologi ledger terdesentralisasi dan digital. Web3 adalah penerapan blockchain untuk mengubah internet menjadi ekosistem yang terbuka, tanpa izin, dan tanpa kepercayaan (trustless).

DeFi adalah sistem keuangan yang memakai jaringan peer-to-peer yang didukung blockchain. Sistem ini menggunakan kripto sebagai instrumen penyelesaian (settlement) dan smart contract sebagai fondasi yang berjalan sendiri (self-executing).

Di sisi lain, DePIN adalah aplikasi lain yang ditopang oleh teknologi blockchain. Ia memungkinkan individu dan perusahaan untuk melakukan crowdsource infrastruktur fisik dunia nyata guna memperluas cakupan nirkabel, penyimpanan data cloud, serta daya komputasi, sambil memberi insentif kepada kontributor jaringan dengan native crypto tokens.

Dengan hal-hal tersebut, kriptokurensi menawarkan insentif ekonomi dan jalur transaksi bagi para peserta dalam ekosistem desentralisasi mereka. Secara keseluruhan, masing-masing terdiri dari komponen-komponen dasar dari visi yang lebih luas, yang dulu digabung menjadi satu di bawah slogan umum Web3.

ADVERTISEMENT

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar