Menurut laporan penyimpanan semikonduktor global dari Goldman Sachs yang dirilis pada 1 Juni, bank tersebut secara signifikan menaikkan target harga untuk SK Hynix, Samsung Electronics, dan Kioxia. Target harga SK Hynix dinaikkan menjadi 3,3–3,5 juta won (mengimplikasikan potensi kenaikan 53%), Samsung menjadi 480.000 won (mengimplikasikan potensi kenaikan 60%), dan Kioxia ditingkatkan menjadi buy dengan target 12 bulan sebesar 93.000 yen.
Kenaikan tersebut mencerminkan pergeseran historis kerangka penilaian industri penyimpanan dari price-to-book (P/B) ke price-to-earnings (P/E), dengan basis sekitar 9x P/E. Goldman Sachs menyebut permintaan jangka panjang yang didorong AI, keterbatasan pasokan, serta maraknya perjanjian jangka panjang (LTA) sebagai pendorong yang mengubah penyimpanan dari bisnis komoditas siklis menjadi infrastruktur AI yang lebih dapat diprediksi. Bank itu juga menaikkan perkiraan kekurangan pasokan, dengan memproyeksikan kekurangan DRAM, NAND, dan HBM berlanjut hingga 2028, sementara ukuran pasar HBM tahun 2027 direvisi naik 54% menjadi 116 miliar dolar AS.