Polisi Malaysia Membongkar Sindikat Penambangan Bitcoin yang Mencuri $25.000 per Bulan

BTC-0,92%
Key Takeaways
  • Polisi Malaysia membongkar sindikat penambangan Bitcoin pada 22 dan 23 Juli, menangkap tiga pria lokal serta menyita 71 unit rig penambangan kripto di empat lokasi di Johor.
  • Sindikat tersebut memperoleh keuntungan bulanan sebesar RM80.000 hingga RM100.000 (~$25.000) dengan mencuri listrik dari jaringan publik milik Tenaga Nasional Berhad.
  • Ketiga tersangka menghadapi dakwaan berdasarkan Bagian 427 dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Bagian 37(1) dari Undang-Undang Pasokan Listrik 1990, sementara polisi masih secara aktif melacak anggota jaringan tambahan.

Polisi di Malaysia membongkar sindikat penambangan Bitcoin pada 22 dan 23 Juli setelah empat penggerebekan yang dilakukan Tenaga Nasional Berhad (TNB) di beberapa tempat sewaan di Johor. Otoritas menangkap tiga pria lokal berusia 26 hingga 46 tahun dan menyita 71 unit rig penambangan kripto dalam operasi berkode Ops Letrik. Sindikat itu menghasilkan perkiraan keuntungan antara RM80.000 hingga RM100.000 (~$25.000) per bulan lewat pencurian listrik, mengubah operasi yang semula berpotensi tidak menguntungkan menjadi operasi ber-margin tinggi sementara TNB menanggung biayanya. Penegakan ini mencerminkan upaya berkelanjutan Malaysia untuk menindak operasi penambangan ilegal yang mengalihkan biaya variabel utama ke jaringan listrik publik.

Polisi Johor Sita 71 Rig Penambangan di Empat Tempat

Operasi dilakukan oleh Johor Contingent Police Headquarters Criminal Investigation Department (D4), bekerja sama dengan tim SEAL Wilayah Selatan TNB. Penggerebekan menyasar tiga rumah tinggal dan satu ruko di Iskandar Puteri, Johor Bahru Utara, dan Kulai. Setiap tempat disewa dengan biaya RM5.000 hingga RM6.000 per bulan, dengan skema sewa yang masih diselidiki secara aktif.

Barang yang disita meliputi 71 mesin penambangan kripto, dua komputer, dua laptop, lima router, dua monitor, dua keyboard, satu ponsel, dan dua kendaraan. Kepala polisi Johor, Datuk Ab Rahaman Arsad, mengatakan satu tersangka berperan sebagai manajer di keempat tempat tersebut, sedangkan dua lainnya adalah teknisi eksternal yang bertanggung jawab untuk pengkabelan dan pemasangan mesin.

Ab Rahaman mengatakan hasil penyelidikan awal menemukan sindikat tersebut mampu menghasilkan keuntungan antara RM80.000 dan RM100.000 per bulan, sementara para tersangka diyakini dibayar sekitar RM5.000 per bulan. Ketiga tersangka ditahan hingga 26 Juli. Polisi menyatakan pihaknya secara aktif melacak individu tambahan yang terkait dengan jaringan tersebut.

Tersangka Hadapi Dakwaan KUHP dan UU Penyediaan Listrik

Kasus ini diselidiki berdasarkan dua undang-undang: Pasal 427 Penal Code untuk perusakan kriminal, yang membawa hukuman penjara antara satu dan lima tahun, atau denda, atau keduanya, jika terbukti bersalah; serta Pasal 37(1) Electricity Supply Act 1990 untuk mengganggu instalasi listrik, yang membawa denda maksimal RM100.000, hingga lima tahun penjara, atau keduanya.

Pencurian Listrik Mengubah Penambangan yang Tak Menguntungkan Menjadi Operasi Ber-margin Tinggi

Aritmetika yang mendorong operasi ini sederhana. Penambangan Bitcoin yang sah di Malaysia mengharuskan pembayaran tarif listrik komersial berdasarkan hasil harga BTC yang bersifat tetap, dengan margin yang cepat menyempit ketika tingkat kesulitan jaringan meningkat. Mencuri daya menghilangkan biaya variabel utama, sehingga mengubah operasi yang hanya marginal atau merugi menjadi operasi yang menguntungkan apa pun kondisi pasar.

Penggerebekan di Johor adalah satu node dari kampanye penegakan nasional yang berkelanjutan. Skala kasus ini memisahkan masalah Malaysia dari sebagian besar yurisdiksi: ini bukan sekadar penyalahgunaan jaringan secara marginal, melainkan industri bayangan yang terstruktur dan beroperasi dengan mengorbankan utilitas milik negara. Perbedaannya dengan operasi Bitcoin yang sesuai aturan sangat tajam. Jika bisnis Bitcoin yang sah mengelola risiko kas dan biaya operasional secara transparan, sindikat seperti jaringan Johor mengalihkan biaya terbesarnya ke jaringan listrik publik.

FAQ

Apa yang disita polisi Malaysia dalam penggerebekan 22-23 Juli?

Polisi menyita 71 mesin penambangan kripto, dua komputer, dua laptop, lima router, dua monitor, dua keyboard, satu ponsel, dan dua kendaraan di empat lokasi di Johor.

Berapa keuntungan yang dihasilkan sindikat penambangan Bitcoin Johor per bulan?

Penyelidikan awal menemukan sindikat tersebut mampu menghasilkan keuntungan antara RM80.000 dan RM100.000 (~$25.000) per bulan dengan mencuri listrik dari jaringan listrik publik.

Dakwaan apa yang dihadapi tiga tersangka yang ditangkap?

Kasus ini diselidiki berdasarkan Pasal 427 Penal Code untuk perusakan kriminal (penjara satu hingga lima tahun atau denda atau keduanya) dan Pasal 37(1) Electricity Supply Act 1990 untuk mengganggu instalasi listrik (denda hingga RM100.000, hingga lima tahun penjara, atau keduanya).

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar