Taman Arkeologi Pompeii pertama kali menggunakan AI untuk merekonstruksi wajah para korban yang meninggal pada tahun 79 Masehi

MarketWhisper

龐貝考古公園AI臉部重建

Menurut laporan NPR pada 28 April, Taman Arkeologi Pompeii (Parco Archaeologico di Pompei) mengumumkan bahwa para peneliti untuk pertama kalinya menggunakan teknologi AI untuk melakukan rekonstruksi digital wajah terhadap seorang pria yang tewas dalam letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M; berdasarkan pengumuman di situs web resmi Taman Arkeologi Pompeii, pekerjaan rekonstruksi dilakukan bekerja sama antara Taman Arkeologi Pompeii dan Universitas Padua.

Metode Rekonstruksi Wajah AI dan Lembaga Penelitian yang Terlibat

Berdasarkan pengumuman di situs web resmi Taman Arkeologi Pompeii, potret digital kali ini menggunakan teknologi AI dan teknik pengeditan foto sebagai alat, untuk mengubah data pengukuran tulang dan temuan arkeologis menjadi gambar wajah manusia yang realistis; ini merupakan penerapan pertama teknologi AI di Situs Pompeii untuk rekonstruksi wajah korban yang tewas. Hasil rekonstruksi diselesaikan bersama oleh Taman Arkeologi Pompeii dan Universitas Padua.

Gabriel Zuchtriegel, direktur Taman Arkeologi Pompeii, dalam pernyataan resminya mengatakan: “Saat ini, dengan besarnya skala data arkeologi, hanya dengan bantuan kecerdasan buatan data-data ini dapat dilindungi dan ditingkatkan sepenuhnya. Jika digunakan dengan tepat, kecerdasan buatan dapat memberikan kontribusi bagi kebangkitan studi klasik.”

Lokasi Penemuan Jenazah Korban dan Temuan Arkeologis

Menurut laporan NPR, jenazah pria yang direkonstruksi wajahnya ditemukan bersama dengan jenazah korban lain, dan lokasi penemuan berada di jalur yang mereka coba tempuh untuk melarikan diri ke arah pesisir Italia yang kini ada. Berdasarkan data arkeologis, para peneliti menilai bahwa pria tersebut meninggal pada tahap awal letusan akibat hantaman hebat dari material piroklastik (pyroclastic material).

Berdasarkan pengumuman Taman Arkeologi Pompeii, para arkeolog menemukan temuan pribadi berikut di samping jenazah korban:

· Mortar keramik (ceramic mortar): Para arkeolog berpendapat bahwa pria itu mengangkatnya di atas kepala, sebagai pelindung sementara untuk menahan pecahan batu vulkanik; catatan kuno penulis Romawi Pliny the Younger juga menggambarkan bahwa warga Pompeii pernah melindungi diri mereka dengan benda-benda

· Lampu minyak

· Cincin besi kecil

· Koin tembaga: total 10 keping

Menurut laporan NPR, pengumuman di situs web resmi Taman Arkeologi Pompeii menampilkan gambar yang dihasilkan AI; adegan menggambarkan pria itu berlari di jalan yang berbatu dan bergelombang, mengangkat mortar keramik untuk melindungi kepala, dengan latar berupa pemandangan letusan Gunung Vesuvius.

Target Penelitian: Landasan Ilmiah dan Partisipasi Publik

Menurut laporan NPR, Taman Arkeologi Pompeii mengatakan bahwa rencana rekonstruksi berbasis AI ini bertujuan, dengan tetap menjaga ketelitian ilmiah, agar hasil riset arkeologi lebih mudah dipahami dan diikuti oleh masyarakat.

Menurut laporan NPR, Pompeii berada di dekat Napoli, Italia, dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO; pada saat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M, kota itu tertutup abu vulkanik dan batu apung, sehingga sisa-sisa bangunan kota dan banyak jenazah warga dapat terjaga secara utuh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Hasil rekonstruksi wajah AI Pompeii diumumkan oleh lembaga yang mana? Kapan dirilis?

Menurut laporan NPR pada 28 April 2026, Taman Arkeologi Pompeii mengumumkan hasil penelitian tersebut di situs web resminya, dan pekerjaan rekonstruksi dilakukan bersama oleh Taman Arkeologi Pompeii dan Universitas Padua.

Teknik dan sumber data apa yang digunakan dalam rekonstruksi AI ini?

Berdasarkan pengumuman di situs web resmi Taman Arkeologi Pompeii, rekonstruksi didasarkan pada data survei arkeologi di sekitar area pemakaman Stabiae (Stabia) door necropolis, dipadukan dengan data pengukuran tulang, lalu dilakukan rekonstruksi digital wajah melalui teknologi AI dan teknik pengeditan foto.

Benda arkeologis apa yang dibawa oleh korban yang direkonstruksi wajahnya?

Menurut laporan NPR, para arkeolog menemukan sebuah mortar keramik (menurut para arkeolog digunakan sebagai pelindung kepala), sebuah lampu minyak, satu cincin besi berukuran kecil, serta 10 koin tembaga di samping jenazah korban.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar