Menurut Jin Ten Data, Perdana Menteri Qatar Muhammad dan Menteri Luar Negeri Iran Araghchi mengadakan panggilan telepon pada 10 Mei untuk membahas situasi regional. Muhammad menekankan dukungan penuh Qatar untuk upaya mediasi guna mengakhiri krisis regional dan meminta pihak-pihak terkait untuk merespons secara positif serta menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perundingan guna mendorong kemajuan, sekaligus mengurangi risiko eskalasi lebih lanjut.
Muhammad juga menegaskan bahwa kebebasan navigasi adalah prinsip dasar yang tidak dapat ditawar, dan bahwa menutup atau menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tawar hanya akan memperparah krisis dan merugikan kepentingan fundamental negara-negara di kawasan. Ia mencatat tindakan seperti itu dapat berdampak negatif pada pasokan energi dan pangan global, stabilitas pasar internasional, serta keamanan rantai pasok global.
Related News
Geopolitik dan Pasar Kripto: Bagaimana Pertarungan AS-Iran di Selat Hormuz Mempengaruhi Pergerakan Bitcoin
Wall Street “transaksi NACHO” menggantikan TACO, krisis di Hormuz mendorong harga minyak
Tucker Carlson menyebut pasar “palsu” setelah 60 hari konflik Timur Tengah