Manajer Ripple: Volume transaksi kripto tahunan Turki mencapai 200 miliar dolar AS, memimpin di Timur Tengah dan Afrika Utara

土耳其加密年交易量

Eksekutif senior Ripple sekaligus Managing Director untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika, Reece Merrick, pada 31 Mei mengonfirmasi di X bahwa Turki memimpin adopsi kripto di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) serta berada di jajaran teratas secara global. Volume transaksi kripto selama setahun terakhir sekitar 200 miliar dolar AS, kira-kira 4 kali lipat dari Uni Emirat Arab yang sebesar 53 miliar dolar AS.

Data Turki dan faktor pendorong yang dikonfirmasi Chainalysis

Chainalysis dalam laporan tahun 2025-nya mengonfirmasi bahwa Turki menempati peringkat teratas di kawasan MENA dengan volume transaksi kripto tahunan hampir 200 miliar dolar AS, sementara volume Uni Emirat Arab adalah 53 miliar dolar AS. Chainalysis mengonfirmasi bahwa sebagian besar aktivitas transaksi Turki didorong oleh perdagangan spekulatif, serta menyatakan bahwa pelemahan mata uang, inflasi, dan volatilitas pasar bersama-sama membentuk pasar kripto Turki yang besar, dan penggunaan kripto di kawasan itu juga mencerminkan kebutuhan terhadap infrastruktur keuangan alternatif.

Konfirmasi detail Istanbul Blockchain Week dan kondisi bisnis Ripple di MENA

Istanbul Blockchain Week dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 3 Juni 2026. Penyelenggara mengonfirmasi bahwa acara tersebut memosisikan diri sebagai “pertemuan Timur dan Barat”, yaitu puncak Web3 global. Topik yang dibahas meliputi DeFi, perdagangan, regulasi, penambangan, modal ventura, dan topik terkait Web3, serta menyertakan sebuah KTT institusional yang berfokus pada pasar aset digital yang teregulasi.

Dalam hal penataan di kawasan MENA, Ripple mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memilih Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai kantor pusat MENA. Ripple memperoleh persetujuan dari Dubai Financial Services Authority (DFSA) dan pada 2025 mulai menyediakan layanan pembayaran kripto yang teregulasi di kawasan tersebut; Ripple juga mengonfirmasi bahwa lebih dari 20% basis klien globalnya berada di Timur Tengah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana Reece Merrick dari Ripple mengonfirmasi posisi Turki di pasar kripto MENA?

Managing Director Ripple untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika, Reece Merrick, pada 31 Mei 2026 mengonfirmasi di platform X bahwa Turki memimpin adopsi kripto di kawasan MENA, dengan menyebutkan volume transaksi kripto selama setahun terakhir sekitar 200 miliar dolar AS, yaitu sekitar 4 kali lipat dari Uni Emirat Arab.

Bagaimana data Chainalysis mendukung penilaian Merrick?

Chainalysis dalam laporan distribusi geografis kripto tahun 2025-nya mengonfirmasi bahwa volume transaksi kripto tahunan Turki mendekati 200 miliar dolar AS, sedangkan Uni Emirat Arab sebesar 53 miliar dolar AS. Chainalysis mengonfirmasi bahwa sebagian besar aktivitas transaksi Turki didorong oleh perdagangan spekulatif, dan bahwa pelemahan mata uang, inflasi, serta volatilitas pasar adalah faktor utama yang membentuk situasi tersebut.

Seberapa besar skala operasi bisnis yang dikonfirmasi Ripple di kawasan MENA?

Ripple mengonfirmasi telah mendirikan kantor pusat MENA di Dubai International Financial Centre (DIFC), memperoleh persetujuan DFSA, dan pada 2025 menyediakan layanan pembayaran kripto yang teregulasi di kawasan tersebut. Selain itu, Ripple juga mengonfirmasi bahwa lebih dari 20% klien dari basis klien globalnya berada di Timur Tengah.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar