Menurut memorandum SEC yang dirilis pada Selasa (23 Juni), para pejabat Korea Selatan dan pemangku kepentingan aset digital bertemu dengan gugus tugas kripto SEC untuk membahas penyelarasan regulasi mengenai stablecoin, sekuritas yang ditokenisasi, dan koordinasi lintas batas. SEC mencatat bahwa pilihan regulasi AS sangat memengaruhi kerangka aset digital yang sedang berkembang di Korea Selatan dan bahwa yurisdiksi utama harus menghindari perbedaan regulasi untuk mencegah ketidakpastian pasar.
Pertemuan tersebut terjadi saat Korea Selatan menghadapi dua krisis industri besar: pencurian senilai 4,8 juta dolar AS dari dompet kripto yang disita oleh badan pajak nasional setelah kebocoran seed phrase, dan penyelidikan suap terhadap Bithumb, salah satu bursa terbesar di negara tersebut, setelah CEO-nya ditetapkan sebagai tersangka suap dan kantor pusat bursa digerebek.