Menurut CoinGecko, selama 1–21 Juli, lima bursa kripto utama Korea Selatan—Upbit, Bithumb, Coinone, Korbit, dan Gopax—mencatat volume perdagangan harian rata-rata sebesar 597,8 miliar won, yang hanya setara dengan 1,59% dari volume perdagangan harian rata-rata Bursa Efek Korea sebesar 37,67 triliun won.
Penurunan tajam tersebut mencerminkan kemerosotan pasar yang berkepanjangan, dengan likuiditas bergeser ke saham domestik dan bursa luar negeri. Analis pasar mengaitkan penurunan itu sebagian dengan struktur pasar Korea Selatan yang sarat altcoin; bursa domestik hanya memperoleh kurang dari 10% perdagangan dari Bitcoin dan Ethereum, dibandingkan 50–70% di platform global seperti Coinbase dan Binance. Selain itu, keterlambatan regulasi telah membatasi bursa lokal pada perdagangan spot, sementara platform luar negeri justru memperluas diri ke perpetual futures dan derivatif lainnya.