Jaksa Taiwan tengah berupaya menahan tiga orang yang dituduh menggunakan dokumen palsu untuk mengirim server AI Nvidia ke China, menurut pengumuman Kantor Kejaksaan Distrik Keelung pada 21 Mei. Server tersebut diproduksi oleh produsen server asal AS, Super Micro. Jaksa menuduh para tersangka mengetahui bahwa server itu dikendalikan ketat dan bersekongkol untuk membelinya di Taiwan lalu mengekspornya dengan pernyataan palsu. Kasus ini menandai penindakan publik pertama Taiwan terkait dugaan penyelundupan chip AI.
Rincian Kasus Taiwan
Penuntutan mencakup sekitar 50 server. Jaksa mengatakan kasus ini bermula secara independen dan tidak memiliki hubungan langsung dengan penyelidikan terpisah di AS terkait dugaan skema pengalihan server senilai 2,5 miliar dolar AS yang juga melibatkan Super Micro.
Perbedaan Dari Investigasi AS
Kasus Taiwan terpisah dari penyelidikan penyelundupan di AS bernilai multi miliar dolar. Dalam kasus AS, jaksa menuduh co-founder Super Micro, Yih-Shyan “Wally” Liaw, membantu menjalankan rencana yang menggunakan perusahaan perantara berbasis Asia Tenggara untuk mengalihkan server ke China. Jaksa menuduh operasi itu memakai ribuan server dummy non-fungsional selama inspeksi untuk menyembunyikan bahwa mesin sebenarnya sudah dikirim. Mereka juga menuduh kelompok tersebut memakai hair dryer untuk melepas lalu memasang kembali label dan stiker nomor seri pada server dummy dan kotak untuk menyesatkan petugas pemeriksa.
Pendekatan Penegakan Taiwan
Taiwan menggunakan pelanggaran lokal seperti pemalsuan dan penipuan untuk menindak dugaan pengelakan kontrol ekspor. Pendekatan ini meniru strategi penegakan di Singapura, di mana otoritas menangkap tiga pria pada 2025 yang dituduh menyesatkan pemasok server mengenai tujuan akhir perangkat keras yang pertama kali dikirim ke Malaysia. Kasus serupa juga muncul di AS dan Singapura yang melibatkan server dari Super Micro, Dell, dan HPE, meski otoritas belum menuduh para pembuat server melakukan kesalahan.
Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa pelabuhan pengiriman dan tempat alih muatan semakin beralih ke hukum pidana setempat untuk menindak dugaan jalur pengelakan kontrol ekspor.