Italia menelusuri kasus pajak Bitcoin Ordinals, 1 juta euro pendapatan yang tidak dilaporkan terungkap

ORDI3,23%
BTC0,6%

比特幣Ordinals稅案

Menurut laporan dari Bitcoin.com News pada 21 Mei, unit Kepolisian Keuangan dan Ekonomi milik Polisi Keuangan Italia, bersama dengan Tim Khusus Perlindungan Privasi dan Penipuan Teknis di Roma, melacak seorang tersangka yang memperoleh keuntungan kripto terkait yang tidak dilaporkan senilai lebih dari 1 juta euro (sekitar 1,16 juta dolar AS) melalui transaksi Bitcoin Ordinals; tersangka juga didakwa mengambil secara ilegal bantuan keuangan publik.

Metodologi Investigasi: Dari Dompet Ledger ke Verifikasi Identitas KYC

Chainalysis menyebutkan bahwa dompet perangkat keras modern secara otomatis membuat banyak alamat penerima, sehingga riwayat transaksi tersebar dalam model UTXO (unspent transaction output) di Bitcoin. Para penyidik menggunakan metode heuristik kepemilikan untuk mengelompokkan alamat-alamat yang terpisah menjadi klaster dompet, lalu memisahkan arus dana yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran pajak.

Langkah kunci kedua dalam investigasi adalah menghubungkan aktivitas on-chain dengan catatan KYC dari bursa terpusat berlisensi. Pihak berwenang, melalui permintaan pengungkapan peradilan, memperoleh dokumen “kenali pelanggan Anda” dari bursa yang berinteraksi dengan alamat dompet yang dilacak, sehingga transaksi blockchain anonim dipasangkan dengan individu yang sudah diverifikasi. Chainalysis menyatakan bahwa data identitas KYC dalam kasus ini menjadi dasar penting untuk mengatribusikan perilaku on-chain ke individu tertentu.

Siklus Transaksi Ordinals: Pola Keuntungan Berkelanjutan yang Teridentifikasi di On-Chain

Analisis on-chain mengungkap adanya siklus transaksi yang berulang: satoshi dipindahkan ke layanan inskripsi; setelah inskripsi selesai, aset digital kemudian diperdagangkan di bursa; hasil dari Bitcoin kembali ke klaster dompet utama; lalu klaster dompet utama memulai putaran berikutnya pembelian dan operasi inskripsi. Para penyidik menyimpulkan bahwa arus transaksi yang tampak terpisah sejak awal sebenarnya merupakan pola keuntungan berkelanjutan yang terkait dengan transaksi Ordinals, di mana laba dari transaksi awal berulang kali digunakan untuk membiayai aktivitas berikutnya, hingga akhirnya akumulasi keuntungan melebihi 1 juta euro.

Teknologi Bitcoin Ordinals memungkinkan satu satoshi langsung diinskripsikan pada blockchain Bitcoin, sementara token BRC-20 memakai struktur yang sama, dengan membuat dan mentransfer aset yang dapat dipertukarkan melalui inskripsi berbasis teks; seluruh catatan transaksi tersimpan secara permanen di blockchain Bitcoin.

Penjelasan Teknis Chainalysis: Pelajaran dari Kasus Pelacakan Kekayaan On-Chain

Dalam penjelasan kasusnya, Chainalysis mengutip: “Tidak peduli seberapa rumit sebuah skema terlihat, teknologi dasarnya akan meninggalkan jejak permanen yang tidak dapat diubah.” Kutipan lain menyatakan: “Seiring kategori aset digital baru terus bermunculan dan menghasilkan arus pendapatan, kesenjangan antara kekayaan on-chain yang sebenarnya dan situasi pelaporan pajak akan menjadi target utama penelusuran.” Chainalysis menempatkan kasus ini sebagai contoh kerja teknik analisis blockchain yang melacak dari dompet perangkat keras hingga platform perdagangan yang diawasi, dengan menekankan bahwa teknologi tersebut telah berkembang untuk menganalisis sistem token baru dan struktur transaksi yang kompleks di jaringan Bitcoin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang menjadi titik awal investigasi kali ini di Italia?

Titik awal investigasi adalah ketika otoritas menemukan sebuah dompet perangkat keras Ledger dalam operasi penggeledahan, lalu melakukan peninjauan sistematis terhadap seluruh aktivitas transaksi yang terkait dengannya. Setelah analis menemukan aktivitas aset Bitcoin Ordinals dan BRC-20 yang berulang, ruang lingkup investigasi resmi diperluas, dan Chainalysis menyediakan dukungan teknis untuk analisis on-chain.

Peran apa yang dimainkan catatan KYC dalam investigasi pajak kali ini?

Setelah penyidik menyelesaikan pengelompokan alamat on-chain, mereka mengajukan permintaan pengungkapan peradilan kepada bursa kripto terpusat yang memiliki transaksi dengan dompet yang dilacak, untuk memperoleh dokumen KYC dari akun terkait. Catatan-catatan ini menghubungkan aktivitas transaksi on-chain anonim dengan individu yang sudah diverifikasi secara spesifik, dan menjadi dasar kunci dalam penetapan kasus.

Mengapa aset Bitcoin Ordinals dan BRC-20 dapat dilacak melalui analisis on-chain?

Semua inskripsi dan aktivitas transaksi Bitcoin Ordinals serta BRC-20 dicatat langsung di blockchain Bitcoin, membentuk riwayat transaksi publik yang tidak dapat diubah. Chainalysis menyebutkan bahwa meskipun cara transaksi dan struktur dompet semakin kompleks, aset-aset tersebut tetap meninggalkan catatan permanen yang bisa dilacak, sehingga alat analisis on-chain dapat merekonstruksi arus dana secara lengkap.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
GateUser-f709525fvip
· 2jam yang lalu
prediksi saya 20% minimal naik ordi nya.
Balas0